Analisis Optimasi Produksi Yoghurt pada PT. Cimory Cisarua Bogor

PT. Cimory adalah salah satu perusahaan yang menghasilkan produk olahan susu sapi, yaitu Fresh Milk, Yogurt dan Frozen Food. Selain berproduksi, Cimory memiliki resto yang selalu dipadati oleh pengunjung. Pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu Cimori dapat menarik dua (2) ribu konsumen untuk berkunjung dan menikmati sajian khas yaitu yoghurt dengan berbagai citarasa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kombinasi produk optimal; (2) mengkaji keuntungan maksimal yang didapat dari produksi optimal; (3) menentukan alokasi sumber daya untuk mencapai titik optimum produksi; (4) menganalisis perubahan pada kondisi optimum, jika terjadi perubahan parameter model produksi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari bahan pustaka, artikel, jurnal, data internal perusahaan dan hasil penelitian terdahulu. Pengolahan data kualitatif dilakukan secara deskriptif dan data kuantitatif dengan software LINDO (Linier Interactive and Discrete Optimizer) untuk memperoleh tingkat produksi dan penggunaan sumber daya optimal. Hasil penelitian ini adalah kondisi sumber daya yang digunakan baik bahan baku susu segar maupun bahan penolong masih berlebih (surplus). Yoghurt drink hasil optimal menunjukan bahwa jumlah produk yang ada pada kondisi aktual masih berlebih, berbanding terbalik dengan produk yoghurt stirred yang jumlahnya kurang dari kombinasi produk optimal. Dalam kombinasi ini, produk dengan potensi mencapai keuntungan optimal adalah susu yoghurt stirred. Keuntungan aktual perusahaan selama bulan yang diuji (tahun 2010) Rp 2.356.998.626 dan keuntungan perusahaan pada kondisi optimum setelah diolah oleh software Lindo adalah Rp2.978.937.000, yang artinya perusahaan masih dapat menerima keuntungan tambahan Rp621.938.374. Untuk menguji solusi optimal awal dilakukan dengan dua (2) skenario, yaitu peningkatan biaya bahan baku susu segar dari Rp.3.900 menjadi Rp.4.300 dan pengurangan TKL untuk bagian pengemasan yoghurt stirred. Dari kedua skenario, solusi optimal didapatkan nilai keuntungan terbesar pada skenario dua (2) dengan keuntungan total Rp3.367.956.000 dan keuntungan terbesar kedua pada solusi optimum Rp2.978.937.000, serta keuntungan terbesar ketiga pada skenario satu (1) Rp2.830.538.000.